Jawaban soal-soal latihan UT

   Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660

KASUS: RENCANA BISNIS PERUSAHAAN MINUMAN SEHAT

Sekelompok mahasiswa berencana mendirikan perusahaan minuman sehat bernama “FreshLife”. Produk yang akan dijual adalah jus buah tanpa gula tambahan dengan bahan organik. Target pasar mereka adalah mahasiswa dan pekerja muda di kota besar.
Namun, mereka menghadapi beberapa tantangan:
• Modal awal terbatas
• Banyak pesaing minuman kekinian
• Belum memiliki strategi pemasaran yang jelas
• Harga bahan baku organik relatif mahal

Sebelum bisnis ini berjalan dan adanya beberapa tantangan yang harus dihadapi, sebaiknya Sekelompok mahasiswa tersebut menyusun rencana bisnis agar usaha dapat berjalan dengan baik dan menarik investor.

Pertanyaan Tugas 1:

  1. Identifikasi peluang bisnis dari kasus tersebut!
  2. Apa saja komponen penting yang harus ada dalam rencana bisnis “FreshLife”?
  3. Buatlah analisis SWOT sederhana berdasarkan kasus tersebut!
  4. Strategi pemasaran apa yang paling tepat untuk perusahaan tersebut? Jelaskan alasannya!
  5. Bagaimana cara perusahaan mengatasi keterbatasan modal awal?

CATATAN
Mahasiswa WAJIB mencantumkan sumber referensi jawaban untuk memperoleh nilai dengan skor maksimal.

  Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660

Misalkan permintaan konsumen terhadap suatu barang ditunjukkan oleh fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 120 – 0,5 P
Jika harga barang pada saat ini adalah Rp. 100 per unit, Hitunglah berapakah elastisitas harga permintaan barang tersebut?

  Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660

Diketahui fungsi permintaan : Qd = 80-2P dan fungsi penawaran: Qs = -10 + P
Pertanyaan :
a. Berapakah besarnya P dan Q keseimbangan?
b. Gambarkan dalam suatu grafik!
c. Jika pemerintah mengenakan pajak per unit sebesar 1, Berapa P dan Q sebagai akibat kenaikan pajak?

  Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660

Perhatikan data pengeluaran bulanan (dalam rupiah) dari 10 mahasiswa kos di sekitar Kampus
UT Malang berikut ini.
No. Pengeluaran (Rp) No. Pengeluaran (Rp)
1 200.000 6 315.000
2 10.000.000 7 650.000
3 2.350.000 8 225.000
4 450.000 9 450.000
5 385.000 10 15.000.000
Apabila ingin diperoleh gambaran mengenai besarnya pengeluaran bulanan mahasiswa kos
di sekitar Kampus UT Malang, ukuran apakah yang digunakan? Jelaskan jawaban Anda!

  Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660

FENOMENA JOB HUGGING:
KETIKA RASA AMAN TAK LAGI NYAMAN

Selama empat tahun bekerja di sebuah startup teknologi di Jakarta, Dita merasakan perubahan besar dalam lingkungan kerjanya. Awalnya penuh semangat dan ide segar, namun sejak pandemi suasana itu perlahan memudar. Restrukturisasi berulang kali membuat divisi digabung, proyek dihentikan, dan banyak rekan kerja meninggalkan perusahaan, baik karena pemutusan hubungan kerja maupun memilih mundur lebih dulu.

Dita tetap bertahan meski beban kerja semakin berat dan manfaat yang diterima tidak sebanding. Ia ingin pindah, tetapi kondisi pasar kerja yang sulit membuatnya ragu. Kesempatan berkembang di perusahaan pun semakin terbatas: rotasi jabatan jarang, proyek baru berkurang, dan promosi hampir tidak ada.

Fenomena seperti yang dialami Dita dikenal sebagai job hugging, yaitu kecenderungan pekerja bertahan pada pekerjaan yang dianggap aman secara finansial meski tidak lagi memberi ruang untuk berkembang. Laporan LinkedIn Workforce (2024) menunjukkan 58% pekerja di Asia Tenggara ragu pindah kerja karena khawatir tidak menemukan peluang yang lebih baik. Di Indonesia, riset Katadata Insight Center mengungkap tiga dari lima pekerja merasa karier mereka stagnan, tetapi tetap bertahan karena kondisi ekonomi tidak menentu.

Psikolog klinis Wayan Kesawa menjelaskan bahwa job hugging mencerminkan dilema antara kebutuhan akan rasa aman dan keinginan untuk tumbuh. Ketakutan bukan hanya kehilangan pendapatan, tetapi juga identitas profesional yang telah dibangun. Tekanan ekonomi, inflasi, dan biaya hidup yang meningkat membuat banyak orang lebih memilih stabilitas dibandingkan mengambil risiko. Akibatnya, rasa aman yang semula menenangkan justru berubah menjadi jebakan, karena pekerja menunda langkah bukan karena nyaman, melainkan karena takut menghadapi ketidakpastian.

(Sumber: https://www.dw.com/id/dilema-pekerja-di-tengah-fenomena-job-hugging/a-74309906 )

Pertanyaan
Fenomena job hugging menggambarkan kondisi ketika seorang pekerja memilih bertahan pada pekerjaan yang dianggap aman secara finansial, meskipun pekerjaan tersebut tidak lagi memberikan ruang untuk berkembang.

Berdasarkan kasus di atas Saudara diminta untuk :

  1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan Job hughing.
  2. Berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow, pada level kebutuhan manakah fenomena job hugging dapat dikategorikan? Sebutkan dan jelaskan alasannya!
  3. Jika akhirnya Dita memutuskan pindah ke tempat kerja lain yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi lebih luas, menurut Maslow kebutuhan apa yang ingin dipenuhi oleh Dita?
  4. Apabila seorang karyawan bekerja semata-mata untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, menurut Maslow ia berada pada level kebutuhan yang mana? Jelaskan!

  Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jawaban soal-soal latihan UT"

Posting Komentar