Jawaban soal-soal latihan UT
Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan berbagai persoalan baru dalam kehidupan masyarakat Muslim modern yang tidak dapat ditemukan jawabannya secara eksplisit dalam Al-Qur’an dan Hadis. Misalnya, penggunaan dompet digital untuk membayar zakat, hukum bayi tabung dan donor sperma, transaksi aset digital seperti kripto, hingga penetapan waktu shalat di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Masalah-masalah kontemporer ini tidak secara langsung dijelaskan dalam nash Al-Qur’an dan Hadis.
Bagaimana hukum Islam merespons persoalan-persoalan tersebut? Apakah ada petunjuk atau dalil tentang metode menjawab sebuah permasalahan baru yang tidak ada dalam Al-Qur'an dan Hadis?
Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660
Analisislah Perbedaan Sejarah hukum persaingan usaha di Indonesia dengan di Negara Amerika Serikat dan Eropa.
Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660
Teori dan konsep sikap dalam kajian komunikasi persuasif menempati posisi yang penting. Dalam materi ini, kita juga membahas mengenai komponen dari sikap, yaitu kognitif, afektif dan perilaku. Silakan rekan-rekan diskusikan, bagaimana keterkaitan antar ketiga komponen tersebut dan tambahkan contoh yang konkret!
Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660
Baca terlebih dahulu artikel pemantik berikut ini, kemudian berikan pendapat Anda mengenai pertanyaan diskusi setelahnya.
Hadapi Era Digital, Ini 3 Ancaman Serius bagi Anak dan Strategi Membangun Ketahanan Keluarga Pancasila
Anak adalah masa depan bangsa, namun orang tua masa kini menghadapi tantangan berat dalam mendidik generasi penerus di tengah gempuran era digital. Untuk mewujudkan Anak Indonesia Hebat, fondasi dari pendidikan agama dan kebangsaan menjadi kunci utama, sekaligus menjadi tameng dalam menghadapi dinamika teknologi yang kian kompleks.
Meski diakui sebagai aset strategis, mendidik anak di zaman now bukanlah perkara mudah. Kecanggihan gadget dan internet telah menggeser interaksi hangat dalam keluarga, memicu kekhawatiran mendalam akan perkembangan psikologis dan pemikiran anak. Orang tua pun terbelah dalam tiga sikap: ada yang masa bodoh, membatasi ketat, atau berusaha bijak dengan mengajarkan baik-buruk dunia digital.
Berdasarkan pengamatan, setidaknya ada tiga ancaman serius (3 Ancaman Anak) yang mengintai di ruang maya dan perlu diwaspadai oleh setiap keluarga:
Bullying di Dunia Digital: Kekerasan verbal dan psikologis yang terjadi di ruang digital dapat meninggalkan trauma mendalam pada anak, yang dampaknya bisa bertahan sangat lama.
Pornografi Anak: Konten eksploitasi seksual seringkali “menyelinap” melalui platform yang tak terduga, seperti media sosial dan game online populer (contoh: Roblox). Pembiaran terhadap hal ini sangat merugikan perkembangan psikologis anak.
Kecanduan Gadget Berlebihan: Penggunaan gadget tanpa kendali menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, malas gerak (mager), melemahkan kemampuan sosialisasi, dan berpotensi menyebabkan penyakit akibat radiasi.
Menghadapi tantangan ini, konsep Ketahanan Keluarga Pancasila hadir sebagai solusi. Pola asuh yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila secara komprehensif dinilai mampu menjadi benteng pertahanan keluarga (Saputra, 2025).
Secara praktis, orang tua didorong untuk menciptakan ruang dialog rutin dengan anak, menanamkan kesadaran keagamaan dan kebangsaan melalui kebiasaan sehari-hari. Salah satu implementasinya adalah dengan mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diinisiasi pemerintah, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Dengan pendampingan yang tepat dan pemberdayaan nilai-nilai luhur, keluarga Indonesia diharapkan tidak hanya mampu melindungi anak dari ancaman digital, tetapi juga mencetak generasi yang berakhlak mulia dan mencintai tanah airnya.
Sumber: Saputra, Inggar. (2025). Hadapi era digital, ini 3 ancaman serius bagi anak dan strategi membangun ketahanan keluarga Pancasila. http://trenzindonesia.com/news/hadapi-era-digital-ini-3-ancaman-serius-bagi-anak-dan-strategi-membangun-ketahanan-keluarga-pancasila/
Soal Diskusi 2
Jika menggunakan teori Struktural Fungsional, bagaimana keluarga dapat dipahami sebagai sistem yang menjaga keteraturan sosial dalam menghadapi tiga ancaman digital (bullying, pornografi, dan kecanduan gadget)?
Dalam perspektif teori Konflik, bagaimana Anda menjelaskan adanya pertentangan di dalam keluarga mengenai penggunaan gadget (antara orang tua yang ingin membatasi dan anak yang ingin kebebasan penuh)? Apa strategi yang dapat ditempuh agar konflik tersebut dapat dikelola secara positif?
Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660
1.(FSIH4405), soal: Berikan tanggapan anda dari hasil pemikiran dan analisis sendiri dengan berpedoman pada Modul 2 HKUM4103 dan Buku Referensi lain yang relevan. DILARANG: menyalin jawaban teman, Copy paste dari Internet/sumber lain. Jangan lupa mencantumkan sumber yang anda jadikan rujukan. Apabila terdapat jawaban yang sama dan hasil copy paste, maka diberikan nilai 0.
Diskusikanlah:
Bagaimanakah pemikiran filsuf pada Zaman Yunani tentang Kebijakan Penegakan Hukum yang dijalankan oleh Negara melalui alat kelengkapannya?
Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660
0 Response to "Jawaban soal-soal latihan UT"
Posting Komentar