Jawaban Soal-soal UT Terbaru
Jawaban lengkap wa +62 831-5593-0660 / +6283160860601
Bacalah artikel berikut dengan saksama:
Judul: "Indonesia, ASEAN, dan Dinamika Dunia"
Sumber: https://www.kompas.id/artikel/indonesia-asean-dan-dinamika-dunia
Artikel tersebut membahas peran Indonesia dan ASEAN dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global, termasuk tantangan dan peluang yang muncul dalam konteks pembangunan regional.
Pertanyaan Diskusi:
- Jelaskan fenomena pembangunan di Indonesia dan ASEAN yang terkait dengan isu geopolitik dan ekonomi global saat ini. Berikan minimal satu contoh konkret yang relevan dengan materi yang telah dipelajari.
- Analisis bagaimana dinamika geopolitik dan ekonomi global memengaruhi pembangunan di kawasan ASEAN, khususnya Indonesia. Gunakan perspektif sosiologi pembangunan dan teori yang relevan untuk mendukung analisis Anda.
- Bandingkan peran Indonesia dalam ASEAN dengan salah satu negara anggota lainnya dalam merespons tantangan global. Apa kelebihan dan kekurangan dari pendekatan yang digunakan?
PERHATIAN
- Dalam memberikan tanggapan dalam setiap diskusi, kemukakanlah pendapat Anda dengan kalimat Anda sendiri.
- Jangan mengcopy dari tanggapan yang sudah diberikan oleh teman Anda sebelumnya.
- Jangan mengambil dari artikel di internet dan langsung mengunggah dalam diskusi. Artikel dalam internet hanya sebagai ide/masukan untuk Anda dalam memberikan tanggapan dalam diskusi
- Jika salah satu dari 2 hal tersebut Anda lakukan maka akan ada penalti dalam nilai diskusi.
- Kami lebih menghargai tanggapan dari hasil pemikiran Anda sendiri.
Bacalah artikel berikut dengan cermat:
Keluarga: Pondasi Awal Karakter Remaja di Era Digital
Kumparan – 6 Juni 2025, 22:39 WIB
Tiara Anggraeni
Karakter remaja terbentuk melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh berbagai lingkungan, terutama keluarga. Sebagai tempat pendididkan pertama, keluarga sangat menentukan nilai dan sikap hidup tertanam dalam diri remaja. Keluarga memainkan peran sentral dalam membentuk karakter remaja yang positif dan tangguh. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua menjadi kunci utama agar remaja tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berakhlak baik.
Remaja berada dalam masa perkembangan yang kompleks, di mana terjadi perubahan secara fisik, emosi, dan sosial. Fase ini merupakan titik penting dalam pembentukan jati diri seseorang. Untuk itu, nilai dan sikap yang tertanam di masa remaja akan sangat mempengaruhi kehidupan mereka ke depan.
Salah satu faktor utama yang berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter remaja adalah lingkungan keluarga. Di sinilah anak pertama kali belajar mengenal nilai, norma, serta interaksi sosial. Orang tua sebagai tokoh utama dalam keluarga bertanggung jawab untuk membentuk pola pikir, sikap, serta perilaku anak melalui pengasuhan yang konsisten dan penuh kasih sayang. (Baca juga: Mengapa Pendidikan Karakter Penting di Era Globalisasi)
Namun, perkembangan zaman menentang peran keluarga itu sendiri. Gaya hidup sibuk, pengaruh digital, dan perubahan nilai sosial membuat hubungan orang tua dan anak bisa renggang. Maka dari itu, penting meninjau kembali bagaimana keluarga bisa terus mengambil peran aktif dalam pembentukan karakter remaja secara berkelanjutan.
Karakter adalah hasil dari nilai-nilai moral dan etika yang membentuk cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Thomas Lickona menjelaskan bahwa karakter terdiri dari unsur-unsur penting seperti rasa tanggung jawab, kejujuran, dan semangat kerja yang tinggi. Karakter yang kuat akan menjadi pondasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Remaja umumnya berusia 12-21 tahun dan berada pada tahap pembentukan karakter. Dalam teori Erik Erikson, remaja menghadapi fase penting yang ditandai dengan pencarian jati diri dan potensi kebingungan terhadap peran sosial mereka.
Menurut saya, keluarga sangat penting dalam membentuk karakter remaja. Karena saat itulah remaja pada masa pubertas dan sedang mengalami perubahan emosional dan sulit mengontrol emosi mereka. Maka dari itu, keluarga harus memberikan edukasi dan selalu memberikan dukungan kepada remaja agar mereka tidak melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan pada remaja saat ini. Terlebih orang tua yang sangat berjasa pada pembentukan karakter anak, sering kali kita jumpai remaja yang mungkin kurang perhatian dari orang tua nya menjadi remaja dengan kepribadian yang buruk.
Keluarga memiliki fungsi edukatif, afektif, dam sosial. Lingkungan keluarga yang positif akan memfalisitasi perkembangan karakter yang kuat., sedangkan keluarga yang tidak hadir secara emosional dapat menimbulkan permasalahan dalam perkembangan anak.
1. Pola Asuh dan Dampaknya Bagi Remaja
Cara orang tua mendidik anak atau pola asuh sangat menentukan arah perkembangan karakter. Terdapat beberapa tipe pola asuh menurut Bumrind:
Demokritis: Orang tua dengan kasih sayang tetapi tetap memberikan batas dan aturan. Pola ini mendorong remaja menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri.
Otoriter: Orang tua menuntut kepatuhan tanpa memberi ruang diskusi kepada sang anak. Sehingga ini bisa menyebabkan anak menjadi cenderung lebih tertutup dan memberontak.
Permisif: Orang tua terlalu membebaskan anak tanpa pengawasan. Akibatnya, remaja cenderung kurang disiplin dan tidak memiliki kontrol diri.
Pola asuh yang bersifat demokratis dianggap paling ideal karena mampu menyeimbangkan kebebasan anak dengan bimbingan dari orang tua.
2. Keteladanan dalam Keluarga
Remaja belajar lebih banyak dari contoh nyata dibandingkan hanya sekedar nasihat. Oleh karena itu, keteladanan orang tua menjadi sangat krusial. Jika orang tua menunjukkan sikap jujur, disiplin, dan empati, maka besar kemungkinan anak akan meneladani hal tersebut.
3. Komunikasi Terbuka
Komunikasi yang baik dan terbuka antara anak dan orang tua berperan sebagai penghubung utama dalam membentuk kepribadian dan nilai-nilai anak. Komunikasi yang terbuka dan hangat membuat remaja merasa dihargai dan didengar. Hal ini juga mencegah remaja mencari pelarian di luar rumah yang berpotensi merugikan, seperti pergaulan bebas dan narkoba.
4. Lingkungan Emosional dalam Rumah Tangga
Suasana rumah yang hangat dan mendukung akan membantu membentuk karakter remaja yang sehat, sementara ketidakhadiran emosional dari orang tua dapat menyebabkan gangguan dalam proses tumbuh kembang anak.
5. Peran Spesifik Ayah dan Ibu
Peran Ayah: Memberikan rasa aman, peraturan, dan penguatan identitas. Ayah yang aktif membangun kedekatan emosional dengan anak akan menciptakan figur panutan yang kuat.
Peran Ibu: Seringkali menjadi tempat anak mencurahkan perasaan. Ibu biasanya lebih dekat secara emosional dan banyak memberikan nilai empati serta kasih sayang.
6. Tantangan Zaman Serba Digital
Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar terhadap pola komunikasi dan interaksi dalam keluarga. Banyak remaja yang lebih akrab dengan gadget dibandingkan dengan anggota keluarganya.
7. Pendidikan Karakter Melalui Aktivitas Keluarga
Kegiatan bersama seperti makan malam, berbincang santai, beribadah bersama, atau melakukan kegiatan sosial bisa menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan.
Di era digital seperti sekarang, pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan juga menjadi tantangan tersendiri dalam pembentukan karakter. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan peran keluarga dan kontrol terhadap pengaruh luar.
(Artikel ini telah tayang di Kumparan dengan judul “Keluarga: Pondasi Awal Karakter Remaja di Era Digital” pada 6 Juni 2025).
Pertanyaan Diskusi 6
Berdasarkan materi tentang perubahan sosial dalam keluarga, bagaimana perkembangan teknologi digital memengaruhi fungsi keluarga (afektif, edukatif, sosialisasi) dalam membentuk karakter remaja?
Artikel menekankan pentingnya pola asuh demokratis dan komunikasi terbuka. Menurut Anda, apakah pola asuh ini merupakan bentuk adaptasi keluarga terhadap perubahan sosial di era digital? Jelaskan dengan contoh nyata.
Kerjakan
Tugas 2. berikut dan upload sebelum waktu penutupan aplikasi tugas oleh sistem.
Beri
nama File Anda sebagai berikut : Tugas 2_Kode MK_Nama Lengkap_NIM
TUGAS
2
- Buatlah
instrumen untuk menilai
sikap/perilaku/performa yang memuat karakter untuk penilaian hasil belajar
ranah afektif sebanyak 5 (lima) butir soal pengamatan disertai lengkap
dengan rubriknya. Penilaian tersebut dilengkapi dengan Kisi-kisinya.
Pada kisi-kisi tercantum identitas mata pelajaran, kelas, semester,
tahun pelajaran, kurikulum yang digunakan, capaian pembelajaran/tujuan
pembelajaran/kompetensi, sikap/perilaku/performa karakter yang dinilai,
indikator butir penilaian, dan jumlah butir penilaian. (Skor 50)
- Buatlah instrumen untuk keterampilan untuk
penilaian hasil belajar ranah keterampilan/psikomotor sebanyak 5 (lima)
butir soal pengamatan disertai lengkap dengan rubriknya. Penilaian tersebut dilengkapi dengan Kisi-kisinya.
Pada kisi-kisi tercantum identitas mata pelajaran, kelas, semester,
tahun pelajaran, kurikulum yang digunakan, capaian pembelajaran/tujuan
pembelajaran/kompetensi, keterampilan
yang dinilai, indikator butir penilaian, dan jumlah butir penilaian.
(Skor 50)
Untuk dapat mengerjakan Tugas 2
dengan baik:
Pelajari kembali : (1) Modul 5-6; (2) Materi Model Penilaian Karakter, (3)
Materi Penilaian Portofolio, (4) Materi Peniaian Kinerja.
Selamat mengerjakan Tugas 2. Sukses semua.